Juara Dunia Bulu Tangkis Berikan Motivasi Mental Juara Untuk Perguruan Al-Fath

STMIKPASIM.AC.ID – SUKABUMI, Juara Dunia Bulu Tangkis, H. Icuk Sugiarto berikan Motivasi Mental Juara untuk Para Santri Perguruan Al-Fath agar bisa menjadi manusia yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, H. Icuk Sugiarto  memberikan peluang kepada Perguruan Al-Fath untuk menjadi atlet berprestasi dengan dilatih langsung oleh Beliau. (08/04/2019) Pagi.

Atlit Nasional sebagai Juara Dunia Bulu Tangkis Tahun 1983, H. Icuk Sugiarto menyampaikan bahwa ada dua tips Sukses dalam meraih prestasi  pada Acara Seminar Mencetak Sumber Daya Manusia Berprestasi Dunia.

“Yang pertama yaitu latihan keras melebihi waktu, tenaga dan pikiran dari rata-rata orang lain, yang kedua menyeting pikiran.dan menanamkan dari dalam hati bahwa tidak ada yang ditakuti, bahwa kita pasti bisa, pasti juara, hal itu berhubungan dengan melatih mental,” Kata H. Icuk Sugiarto pada saat memberikan motivasi.

Perjalanannya menjadi Juara Dunia, diawali Pada umurnya yang ke 16 Tahun, ia Pergi merantau ke Jakarta. Latihan Bulu Tangkis dengan Keras dan memperkuat fisiknya. Hingga pada akhirnya memiliki kemampuan Fisik yg sangat kuat dengan ukuran Mampu Berlari 75 Putaran Di Stadion Utama Glora Bung Karno pada Siang Hari dan Mampu Sit Up sampai  400 Kali Tanpa Henti sehingga  menjadi Atlit yang memiliki  keunggulan dan menjadi pemain Bulu Tangkis yg tidak bisa ditembus oleh serangan lawan.

“Motivasi saya menjadi seorang atlit berprestasi, karena orang sukses itu adalah orang yang bisa berani diatas kemampuan rata-rata orang pada umumnya. Karena Sukses itu bukan untuk orang kaya, bukan untuk anak pejabat, bukan milik orang kota, tapi sukses milik semua orang yang berani diatas kemampuan rata-rata orang lain. Ungkap H. Icuk Sugiarto, Sang Juara Dunia.

Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, Prof. DR. KH. M Fajar Laksana menanggapi bahwa hal tersebut sangat menarik apabila dihubungkan dengan masa lalu H. Icuk Sugiarto yang berasal dari keluarga tidak mampu. Maka, tips itulah yang mendasari latihan H. Icuk Sugiarto sehingga bisa sukses pada usia 20 tahun dan menjadi juara dunia pada tahun 1983.

“Semangat, mental baja dan keyakinan diri itulah yang ditularkan H. Icuk kepada santri-santri Al-Fath sehingga mereka merasa terdorong untuk menjadi manusia yang memiliki semangat juang yang luar biasa,” ungkap Prof. DR. KH. M Fajar Laksana.

Dan yang lebih luar biasa lagi, saat memasuki masa pensiunnya H. Icuk Sugiarto memilih tinggal di Kampung Kadudampit, Sukabumi dan membangun Camp serta GOR untuk masyarakat Sukabumi, karena H. Icuk Sugiarto ingin mengangkat harkat derajat dan martabat Sukabumi melalui prestasi dan karya nyata.

“Beliau ingin masyarakat di Sukabumi menjadi sukses karena orang-orang sukses bukan hanya lahir dari keluarga orang kaya, ini yang mendapat apresiasi dari Al-Fath, Perjuangan beliau untuk Sukabumi sampai 30 tahun dan sudah banyak melahirkan atlet berprestasi di wilayah Sukabumi,”ungkapnya.

Dalam seminar tersebut, H. Icuk Sugiarto juga membuka diri untuk santri-santri Al-Fath yang mau belajar Bulu Tangkis di GOR Kadudampit miliknya dan beliau  siap meluangkan waktunya untuk membina dan melatih para Santri Al-Fath.

“Ini merupakan peluang bagi kami dan kita kita bisa mendapatkan pelatih langsung dari atlet juara dunia, kita tidak akan menyia-nyiakan peluang ini, agar para santri Al-fath bisa mendapatkan pelatihan dari seorang juara dunia,” ungkap Prof. DR. KH. M Fajar Laksana selaku Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi.